Kamis, 10 Juli 2014

Wanita Banyak Anak, Dijamin Masuk Surga?


Apa benar begituuuu?
Kalimat di atas itu adalah kalimat pertanyaan lho ya, bukan pernyataan. Memangnya masuk surga itu ditentukan oleh saya? Beberapa waktu lalu, saya membaca timeline seorang teman tentang kalimat di atas. Katanya dia mendengar ceramah seorang ustaz bahwa wanita yang beranak banyak, dijamin masuk surga. Jleb. Mau gak mau, saya sedikit berbinar-binar. Terus, saya ceritakan soal itu ke suami. Kata suami, “Mama sih anaknya belum banyak. Baru juga tiga….” Yaaaaaah…..
Anak banyak itu mungkin antara 6 sampai tak terbatas ya? Xixixixi… Setelah lebaran, saya sowan ke rumah orang tua adik ipar dan ibunya cerita kalau dia itu memiliki 20 saudara. Dengan kata lain, ibunya memiliki 20 anak! Semua itu anak kandung, lho… Lahir dari rahim sendiri. Subhanallah! Gimana mengurusnya, ya?
Saya mencoba menganalisa, bagaimana seorang wanita yang beranak banyak itu bisa masuk surga? Rasanya saya belum pernah mendengar ada ayat Al Quran atau hadis yang menyebutkannya. Saya hanya mengetahui hadis ini, dari kitab Bulugul Maram, hadist no. 995, Anas Ibn Malik Radiyallahu’anhu berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan kami berkeluarga dan melarang kami membujang. Beliau bersabda: “Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak, aku akan berbangga-bangga di hadapan para Nabi di hari kiamat.” Riwayat Ahmad. Hadist Shahih.
Pertama, banyak anak berarti sering hamil dan melahirkan, sementara kedua aktivitas itu dinilai sebagai jihad seorang wanita. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda, “Orang yang terbunuh fii sabilillah adalah syahid, orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid, orang yang mati tenggelam adalah syahid, wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid, dan orang yang mati karena wabah kolera adalah syahid.”
Kedua, banyak anak berarti banyak pahala dari merawat dan mendidik anak. Jangankan anak 6, anak 3 saja, saya sudah kewalahan karena mengasuh sendiri. Apalagi usia anak-anak berdekatan dan yang tertua usianya tak lebih dari 6 tahun. Gimana yang anaknya hanya terpaut usia setahun?Tentu ibu harus banyak berkorban waktu dan tenaga, dan setiap pengorbanan tak akan sia-sia.
Ketiga, banyak anak yang soleh berarti banyak tabungan amal yang tak terputus sampai hari kiamat. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda, “Jika anak Adam meninggal dunia, maka amalnya terputus kecuali tiga: sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang soleh.” (HR. Muslim).
Syarat dan Ketentuan Berlaku
Semua orang memiliki kesempatan untuk masuk surga, termasuk wanita yang banyak anaknya. Tapi tentu kita tak bisa begitu saja masuk surga. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi, termasuk untuk wanita beranak banyak. Dengan banyaknya anak, lalu dia jadi sulit beribadah wajib (solat, puasa), apakah dia masih bisa masuk surga? Wallahu’alam. Apa semua anaknya itu kelak menjadi anak soleh atau justru sampah masyarakat? Anak banyak atau tidak, yang paling utama adalah bagaimana mendidik anak itu menjadi anak yang soleh dan kelak mendoakan kedua orang tuanya agar masuk surga. Dan hanya 10 jempol yang bisa saya berikan kepada wanita beranak banyak, lalu semua anaknya menjadi anak yang soleh. Subhanallah! Luar biasa wanita yang seperti itu. Apakah ada? Ini saya kasih contohnya:
Ibu Wirianingsih, istri dari Mutammiul Ula, anggota DPR RI, memiliki 10 anak dan semuanya HAFAL AL QURAN. Tak hanya itu, ibu Wirianingsih juga sibuuuuk… banyak aktivitas selain menjadi ibu rumah tangga, tapi masih sempat mengajari anak-anaknya membaca dan menghafal Al Quran. Dan anaknya itu bukan satu, melainkan SEPULUH.
Anak-Anak Ibu Wirianingsih
Anak-Anak Ibu Wirianingsih
Almarhum Ibu Yoyoh Yusroh, seorang wanita yang semasa hidupnya aktif di DPR RI, memiliki 13 orang anak! Dan semuanya, insya Allah soleh. Bahkan ada yang hafal Quran. Semoga saya bisa meneladani kedua ibu hebat ini. Saya jadi malu. Baru tiga anak saja sudah ngeluh melulu.
Almarhum Ibu Yoyoh dan anak-anaknya
Almarhum Ibu Yoyoh dan anak-anaknya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar